Pada dasarnya, penggunaan kontrasepsi atau alat kontrol kehamilan (KB) menjadi pilihan untuk menunda kehamilan berikutnya, setidaknya untuk sementara waktu hingga Anda siap untuk hamil lagi. Agar alat kontrasepsi dapat berfungsi maksimal, disarankan untuk menggunakannya pada hari ke-21 usai Bunda melahirkan.

Hentikan Pemakaian Kontrasepsi sebagai Cara Cepat Hamil setelah KB
Kehamilan diawali saat sperma laki-laki bersatu dengan sel telur wanita. Alat kontrasepsi bertujuan menghalau terjadinya aktivitas tersebut. Menyetop pemakaian KB dapat mengembalikan peluang kehamilan. Jenis alat KB yang digunakan akan memengaruhi seberapa cepat Bunda bisa kembali hamil. Umumnya, jika Bunda tidak memberi ASI atau kombinasi ASI dan susu formula, haid akan kembali setelah 4-10 minggu pasca melahirkan. Akan tetapi, haid akan datang lebih lama jika Bunda memberi ASI eksklusif pada bayi. Beberapa faktor lain yang juga berkontribusi adalah:- Pertambahan usia: Penghentian pemakaian KB memiliki efek bervariasi, tergantung dari usia, metode KB, dan jangka waktu penggunaannya. Usia Bunda yang bertambah turut mengurangi kesempatan untuk hamil lagi meski sudah tidak menggunakan alat kontrasepsi. Hal ini dikarenakan kemampuan untuk hamil akan menurun secara bertahap sejalan dengan umur.
- Sejumlah gangguan kesehatan atau gaya hidup yang salah. Kesehatan yang memburuk dan periode haid yang tidak menentu akan berdampak kepada menurunnya tingkat kesuburan.
Ini Tips Cara Cepat Hamil setelah KB
Walau demikian, Bunda tidak perlu khawatir. Jika Bunda ingin segera kembali hamil segera setelah melepas kontrasepsi, berikut beberapa tips yang dapat dilakukan:- Segera menghentikan pemakaian KB
Hentikan pemakaian KB dalam bentuk apa
pun, misalnya suntikan, dalam waktu sembilan bulan sebelum merencanakan
kehamilan. Tubuh Bunda mungkin memerlukan beberapa kali siklus sebelum
siap untuk memulai kehamilan. Walau demikian, itu bukan suatu hal yang
mutlak, karena ketika Bunda telah menghentikan penggunaan kontrasepsi,
Bunda bisa hamil kapan saja.
- Pilih alat KB jenis tertentu
Bunda tidak perlu menunggu lama untuk
hamil jika sebelumnya menggunakan alat kontrasepsi berupa kondom,
diafragma atau gel spermisida. Kesempatan hamil bisa saja datang begitu
Bunda dan pasangan menghentikan pemakaiannya. Sedangkan alat KB hormonal
berupa pil atau implan biasanya membutuhkan waktu kurang lebih 3-18
bulan untuk kembali hamil setelah penggunannya dihentikan. Jika Bunda
menggunakan alat KB spiral (IUD), kemungkinan kesuburan BUnda akan
kembali setelah satu kali siklus menstruasi.
- Menghitung dan menandai siklus ovulasi atau masa subur
Saat ini, banyak dokter merekomendasikan
penggunaan alat prediksi ovulasi. Jangan sampai pasangan wanita melewati
masa-masa ovulasi agar peluang hamil tetap terjaga.
- Melakukan hubungan intim sebelum mengalami siklus ovulasi
Sperma dapat bertahan di uterus dan tuba
falopi selama 2-3 hari. Namun, sel telur hanya bertahan selama satu
hari, paling lama dua hari, setelah dilepaskan. Jadi, melakukan hubungan
intim sebelum terjadi ovulasi meningkatkan peluang bertemunya sel telur
dan sperma.
- Hindari pemakaian cairan pelumas
Kandungan pelumas untuk memperlancar
hubungan badan dapat berdampak kepada keseimbangan pH di dalam vagina.
Hal ini bisa mengurangi mobilitas sel sperma untuk membuahi ovarium.
- Jangan menyerah pada hasil tes kehamilan yang menyatakan negatif
Jangan menyerah dan panik. Banyak pasangan
keliru dalam menghitung masa subur sehingga peluang sel sperma membuahi
sel telur makin rendah. Lagi-lagi, Anda harus menghitung dan menandai
siklus ovulasi untuk meningkatkan peluang kehamilan.